Sekilas mengenai pemikiran positif seorang perawat

positive-thinking1

“It is our attitude towards life and work that makes our life 100%”

Seorang perawat pun dihadapkan pada masalah-masalah kesehatan pasien yang juga mengganggu pikiran pasien. Ketika pasien tidak memiliki kemauan untuk berfikir positif, atau yang dirasakan adalah keterpurukan, maka sebagai seorang perawat harus bisa menangani beban pikiran pasien. Seorang perawat bukan hanya bertugas untuk menangani kesehatan pasien, tapi perawat juga harus bisa berkomunikasi dan bagaimana menjadikan pasien yang sedang mengalami kesakitan nyaman dan optimis terhadap kesehatannya. Mengacu pada quotes on positif thinking for nurses (Monica Elisabeth, 2001), ada 3 point yang dijadikan sebagai acuan seorang perawat dalam bertindak, yaitu:

  1. The most significant change in a nurse’s life is a change of thinking or attitude. Right attitudes produce right actions.

Seorang perawat harus memiliki perubahan pemikiran dan perubahan sikap. Ketika seseorang bertemu dengan orang yang meringis kesakitan di tengah jalan, apakah kita akan peduli? Atau ketika memang kita peduli, kita akan berfikir dua kali untuk menolongnya, karena pasti akan ada orang lain yang lebih bisa membantunya dari pada kita. Tapi dari sikap kita yang seperti itu, bisa saja kita malah menghilangkan salah satu nyawa manusia, karena sikap kita yang kurang peduli. Nah, seorang perawat harus bisa mengubah dirinya dengan berfikir positif bahwa hampir setiap pasien atau setiap orang sakit yang ditemui membutuhkan pedulinya kita, kita harus yakin bahwa keberadaan kita itu sangat dibutuhkan. Dengan sikap kita yang seperti itu dapat mengantarkan pada tindakan yang tepat.

  1. A positive thinking and positive attitude is not a destination. it is a way of life for nurses.

Pemikiran dan sikap positive bukan merupakan tujuan, tapi merupakan cara pandang bagi perawat. Perawat menjadikan pemikiran positif sebagai landasan atau dasar melakukan sesuatu, dengan begitu akan mengantarkan pada sikap dan kebiasaan yang positif.

  1. A positive attitude is like a magnet for positive result, our life is a reflection of our attitudes.

Dengan melakukan tindakan-tindakan yang berasal dari pemikiran positif, maka akan menarik juga hasil yang positif dan tentunya hasil positif adalah hasil yang memuaskan. Maka dari itu berfikir positif bukanlah sikap yang patut untuk diremehkan, justru dengan berfikir positiflah akan menghantarkan kita pada kesuksesan. Dan berfikir positif harus dimulai dari sekarang, karena hal ini tidak mudah untuk dilakukan dan perlu latihan agar menjadi kebiasaan yang bermanfaat.

            Dalam mengambil tindakan terhadap pasien, perawat harus bisa melihat permasalahan yang terdapat pada pasien dan perlu tindak lanjut yang benar untuk mengatasi permasalahan tersebut. Sering sekali perawat melihat permasalahan pasien hanya dari luarnya saja atau sisi yang nampaknya saja, padahal sisi yang nampak yang ditunjukkan pasien hanyalah 10% dari permasalahan yang ada. Sisi yang tampak dari luar tidak lain adalah kebiasaan pasien, pengetahuan, dan kemampuan pasien tersebut dalam menghadapi masalahnya. Kemudian kemana 90%nya lagi? Analoginya seperti melihat pegunungan es di laut, kita hanya melihat sisi luarnya saja, sisi yang mapak dari permukaan laut, sedangkan pasti di bawah permukaan laut masih terdapat bagiannya dan mencapai dasarnya, dan tentunya lebih besar dari pada sisi yang nampaknya itu.

Dari analogi tersebut seorang perawat harus bisa memecahkan permasalahan yang ada tanpa melihat satu sisi saja. Justru sisi yang lain itulah yang mencakup begitu banyak alasan timbulnya suatu permasalahan, sisi yang tidak nampak itu mencapai 90% dan sisi yang nampak mencakup 10% dari suatu permasalah, maka dari itu perlu tindakan, sikap, dan pemikiran yang benar yang bisa membantu memecahkan permasalahan. Perlunya sikap yang bukan saja menyikapi permasalahan yang nampak saja, tapi juga keseluruhannya. Maka dari itu perlunya langkah awal untuk tetap berpikir positif terhadap setiap masalah yang ada, sikap adalah yang menentukan keberjalanan dan kesuksesan seseorang. Semakin baik sikap seseorang maka semakin dekat pula dengan kesuksesan yang diinginkannya. Banyak orang yang merasa gagal dan tidak mudah unuk bangkit lagi, maka dari itu perlunya seseorang yang bisa mendukung dan menolongnya dari kegagalan, bukan berarti orang gagal selalu kecewa, tapi pemikiran dan sikap kita seharusnya bisa positif dan tidak menganggap bahwa kegagalan adalah kekecewaan. Berpikir positiflah dari sekarang juga jika kita tidak ingin menjadi orang merugi.

 Referensi:

Materi Positive Thinking dan Positif Attitude in Nursing Perspective oleh Ibu Ai Mardhiyah, S.Kp., M.Kes.

Ketika Pikiran Positif Memasukimu…

positive-thinking

“Lihatlah orang yang dibawahmu, dan jangan melihat orang yang diatasmu, karena demikian itu lebih benar, supaya kamu tidak meremehkan nikmat karunia Allah kepadamu.” (HR Bukhari, Muslim)

Berpikir positif adalah cara berpikir seseorang untuk mengembangkan pikirannya agar menjadi sebuah motivasi baik pikiran, kata-kata ataupun tekad untuk bisa merubah tindakan kearah yang positif. Berpikir positif sering sekali diremehkan, karena sikapnya sangat mendasar dan tidak mudah untuk dilakukan. Tapi pastinya setiap individu perlu memiliki sifat ini karena berpikir positif adalah salah satu cara agar seseorang bisa mengambil suatu niat, tindakan, dan keyakinan yang optimis untuk mencapai sesuatu. Pemikiran positif dapat mengantarkan seseorang yang awalnya merasakan putus asa menjadi menemukan kembali kehidupannya, dan dapat melanjutkannya kembali dengan penuh rasa percaya diri. Maka dari itu hal yang paling utama dimiliki oleh setiap individu adalah dengan berpikir positif.

Siapa yang tidak pernah berkeluh kesah, negative thinking atau putus asa? Kita semua pasti pernah mengalaminya, dan bukan hal yang mudah untuk menemukan kembali diri kita. Ketika seseorang berada dalam keterpurukan pasti banyak sekali beban pikiran dan merasa diri tidak berdaya. Solusi utama untuk membangkitkan kembali keoptimisan diri kita adalah dengan berpikir positif. Memang tidak mudah untuk dilakukan, tapi dengan niatan dan perubahan pemikiran ke arah yang lebih baik itulah jalan keluarnya. Dalam setiap masalah pasti ada jalan keluarnya, dan tentunya dari diri kita sendirilah jalan keluar tersebut dapat ditemukan. Ketika kita menghadapi masalah, banyak pihak yang menolong dan membantu mencari solusi, tetapi percuma saja jika diri kita tidak memiliki niatan untuk berubah, karena kuncinya adalah diri kita sendiri.

                Ketika kita melihat seseorang yang sedang dihadapkan pada suatu permasalahan, pasti sempat terlintas dalam pikiran kita hal-hal yang menyebabkan munculnya masalah kepada orang tersebut, yang akhirnya menghasilkan penilaian tersendiri dari cara pandang kita terhadap orang tersebut. Kita memperhatikan penampilannya, yang akhirnya muncul persepsi tersendiri tentang orang tersebut “pantas saja dia mendapat masalah, penampilannya saja menunjukkan bahwa dia…” dari perkiraan kita inilah yang menunjukkan bahwa kita terbiasa atau tidak dalam berpikir positif. Biasanya pikiran negatif akan muncul berulang-ulang, dan membuat kita goyah untuk berpikir positif, hal ini lah yang membuat tidak mudahnya berpikir positif. Ketika pikiran negatif memasuki otak, kita harus segera waspada dan segera mengambil tindakan untuk merubah pikiran itu dengan pikiran positif, dan ketika pikiran positif akan masuk ke otak kita, pikiran negatif akan masuk kembali dan membuat kita goyah dalam mengambil tindakan, maka dari itu kita harus terus menanamkan pikiran positif dan berlatih agar menjadi kebiasaan.

                Positif thinking dimulai dari diri kita sendiri. Ketika kita menginginkan kondisi bahagia, kita akan mengusahakan diri untuk mencapai kebahagiaan tersebut sesuai keinginan kita. Dengan tercapainya semua yang kita inginkan, adalah salah satu karakteristik seseorang bahagia. Ketika kita menginginkan suatu relaksasi yang akan menjernihkan pikiran kita, kita mungkin memiliki suatu tempat yang bisa menjadi pemuas kebahagiaan kita. Misalnya saja kita menginginkan suasana gunung, yang bisa mendukung kondisi kita agar mendapatkan kebahagiaan, atau kita menginginkan belanja sepuasnya di mall, kita akan mengupayakan agar dapat mewujudkannya. Namun, kita harus melihat kembali bahwa sedih dan bahagia itu berawal dari pikiran kita, dan dibangun dari pikiran kita sendiri. Maka dari itu jangan sampai kita salah mengartikan suatu kondisi, baik bahagia ataupun sedih. Telaah dahulu bagaimana cara pandang kita terhadap pencapaian tersebut.

                Mensyukuri setiap apa yang ada adalah salah satu cara untuk berpikir positif. Pasti pernah terjadi dalam pikiran kita proses membandingkan diri dengan orang lain, menganggap diri sendiri lebih rendah dari yang lain dan malah menjadikan diri kita sebagai sesuatu yang tidak berguna, dan akhirnya malah mengantarkan pada kekecewaan. Sangat perlu berpikir positif dalam diri kita yang mana dalam proses perbandingan tersebut dijadikan sebagai acuan untuk bias lebih dari orang lain. Misalnya ketika seseorang memiliki paras tubuh yang menawan dan banyak disanjung orang, dia juga memilki prestasi akademik yang membanggakan, sedangkan kita memilki paras tubuh yang tidak lebih cantik dari wanita tersebut, dan prestasi yang standar atau malah jauh dari baik. Bagaimana jika perbandingan tersebut kita bangun dengan pikiran yang positif, misalnya “dia mungkin memilki kecantikan yang lebih dan prestasi yang membanggakan, tapi saya bisa lebih dari dia dalam hal ibadah dan bisnis, mungkin ini adalah sebuah evaluasi diri bahwa saya belum bisa menyeimbangi semua kegiatan dalam hidup saya”. Apa jadinya jika setiap individu berpikir positif seperti itu? Pasti Indonesia akan menjadi negara yang lebih baik dan termasuk negara maju, dan setiap individu memiliki sikap optimis, yang mana akan banyak orang mencapai kesuksesannya. Ketidaksempurnaan fisik manusia bukanlah halangan untuk bahagia ataupun sukses. Bahagia dan sukses merupakan hak setiap orang, dan ketercapaian hal tersebut tergantung bagaimana cara pandang kita.

                Pikiran positif sendiri akan membangun bagaimana hasilnya kita nanti, dengan begitu apa yang kita pikirkan akan mebuahkan hasil yang sesuai dengan pemikiran kita. Dalam berpikir positif pasti diperlukan beberapa metode atau prinsip, yang diantaranya adalah:

  1. Dengan berpikiran positif, setiap apa yang kita lakukan pasti akan berjalan sesuai pemikiran kita, dan akan menghasilkan hasil yang positif juga.
  2. Pengelolaan pikiran yang lebih terlatih, dengan banyaknya pikiran positif dalam otak kita maka pasti banyak pula pikiran-pikiran negatif sebagai pencetusnya, maka dari itu kita akan lebih terbiasa untuk memilah-milih atau menseleksi apa yang baik dan apa yang buruk bagi diri kita.
  3. Tidak mungkin seseorang dapat langsung meyakinkan dirinya untuk berpikir positif terhadap kehidupannya, sama halnya dengan saya menulis disini, pastilah perlu ada yang meyakinkan kita untuk benar-benar bisa berpikir positif. Dari sinilah perlunya peran orang lain untuk menyadarkan dan mendukung seseorang dalam berpikir positif, dan dapat mengevaluasi setiap kejadian.
  4. Setiap sesuatu pasti berujung, dan dari pernyataan itu juga kita harus bisa berpikir positif, bukan karena waktu yang sempit, tapi bagaimana caranya agar kita dapat menggunakan waktu yang ada semaksimal mungkin.

 Referensi :

Januar, Iwan. 2005. Be Positif, Be Happy. Jakarta: Gema Insani Press.

Kekuatan Berpikir Positif

http://personalitygatotnugrohoprastomo.wordpress.com/

Tips Berpikir Positif dengan Cara Menenangkan Pikiran